SAATNYA MENGUNGKAP!!!

Bagaimana Alquran Menerangkan tentang Khitan (sunat)?

In Pertanyaan on Mei 20, 2012 at 23:04

Bagaimana menjelaskan ayat-ayat tentang khitan?

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil…………………. {Al-Baqarah (2): 185 }.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. {An-nisa’ (4): 125}

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. {Al-Baqarah (2): 132}

Milah Ibrahim tentang khitan/sunat didalam bible, sebagai berikut:

1. Kejadian 17:26

BIS (1985)  Mereka disunat pada hari yang sama,
TL (1954)  Pada sama sehari Ibrahim dan Ismail, anaknya itu, disunatkanlah.
MILT (2008) Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, telah disunatkan.
KSI (2000)  Pada hari itu juga Ibrahim dan Ismail, anaknya, dikhitan.
ENDE (1969)  Pada hari itu djuga Ibrahim dan Isjmael anaknja disunat.
Shellabear Draft(1912) Pada sehari itu juga Abraham dan anaknya, Ismael itu, disunatkanlah.

2.  Roma 4:12

BIS (1985)  Abraham juga bapak rohani untuk orang-orang yang mengikuti peraturan sunat. Ia bapak rohani mereka bukan hanya karena mereka mengikuti peraturan sunat, tetapi juga karena mereka hidup dengan percaya kepada Allah, sama seperti Abraham pada waktu ia belum mengikuti peraturan sunat.
TL (1954)  dan lagi menjadi bapa orang yang bersunat itu pun, yaitu orang-orang yang bukannya bersunat sahaja, melainkan yang mengikut tapak iman Ibrahim, bapa kita, tatkala ia belum bersunat.
MILT (2008) dan bapak sunat bukan hanya dari mereka yang bersunat, melainkan juga dari mereka yang mengikuti langkah-langkah iman dalam yang bukan sunat, yaitu leluhur kita Abraham.
WBTC Draft (2006)  Dan Abraham juga bapa dari orang yang sudah disunat, tetapi bukan sunat itu yang menjadikan Abraham bapa bagi mereka. Ia adalah bapa mereka jika hidup mereka sesuai dengan iman yang dimiliki bapa kita Abraham sebelum dia disunat.
KSI (2000) Selain itu, ia pun menjadi bapak bagi orang-orang berkhitan, yaitu orang-orang yang bukan semata-mata berkhitan, melainkan juga hidup mengikuti jejak iman yang ditempuh oleh nenek moyang kita, Nabi Ibrahim, pada waktu ia belum berkhitan.
FAYH (1989)  Abraham juga adalah bapa rohani orang Yahudi yang telah dikhitan. Dengan mengambil Abraham sebagai teladan, mereka mengerti bahwa bukan upacara itu yang menyelamatkan mereka, sebab Abraham menyukakan hati Allah semata-mata karena iman, sebelum ia dikhitan.
ENDE (1969) dan djuga bapa sekalian orang bersunat, jang bukan sadja termasuk golongan kaum bersunat, melainkan djuga mengikuti djedjak kepertjajaan bapa kita Abraham, jang njata padanja dimasa ia belum bersunat.
Shellabear Draft(1912)  dan supaya ia menjadi bapa bagi orang yang bersunat itu pun, yaitu kepada orang yang bukan sahaja disunatkan, melainkan yang berjalan padajalan iman yang diturut oleh nenek moyang kita Ibrahim pada masa belum lagi ia bersunat.
Melayu BABA (1913) dan spaya dia jadi bapa sgala orang yang bersunat, ia’itu k-pada orang yang bukan saja di-sunatkan, ttapi yang bawa diri dalam jalan perchaya yang kita punya nenek-moyang Ibrahim sudah ikut waktu dia blum sunat.
Klinkert 1879 (1879) Danlagi soepaja ija mendjadi bapa orang bersoenat pon, ija-itoe boekan kapada orang jang bersoenat sadja, melainkan kapada barang-siapa, jang menoeroet kesan pertjaja bapa kita Iberahim itoe, sabelom lagi ija disoenatkan.
Klinkert 1863 (1863) Maka Ibrahim itoe soedah djadi bapa orang bersoenat itoe, boekan sama orang jang bersoenat sadja, melainken djoega sama orang jang menoeroet kadjedjekan pertjaja mojang kita Ibrahim itoe, sabelomnja dia disoenatken.
Leydekker Draft(1733)  Lagi bapa ‘awrang jang berchitanet, ‘ija ‘itu pada ‘awrang jang bukan sadja punja chitanet, tetapi jang lagi berdjalan menurut tapakh ‘iman ‘Ibrahim bapa kamij, jang ‘ada pada masa ‘ija berkulop.

3. Kejadian 21: 4

BIS (1985) dan ketika Ishak berumur delapan hari, Abraham menyunatnya, sesuai dengan perintah Allah.
TL (1954)  Maka disunatlah oleh Ibrahim akan Ishak, anaknya, pada delapan hari umurnya, setuju dengan firman Allah kepadanya itu.
MILT (2008) Dan Abraham menyunat Ishak, anak laki-lakinya yang berusia delapan hari itu, seperti yang telah Allah perintahkan kepadanya.
KSI (2000) Lalu Ibrahim mengkhitankan Ishak anaknya itu pada usia delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.
FAYH (1989) Delapan hari setelah Ishak dilahirkan, Abraham menyunat dia, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepadanya. Pada waktu itu Abraham berumur 100 tahun.
ENDE (1969) dan Ibrahim menjunati anaknja Ishak, ketika berumur delapan hari, sebagaimana telah diperintahkan Allah kepadanja.
Shellabear Draft(1912)  Maka disunatkan oleh Ibrahim akan anaknya Ishak itu tatkala delapan hari umurnya seperti yang disuruh Allah kepadanya.

4. Kejadian 34: 22

BIS (1985)  Tetapi orang-orang itu hanya mau tinggal bersama kita dan menjadi satu bangsa dengan kita dengan satu syarat, yaitu: semua laki-laki di antara kita harusdisunat seperti mereka.
TL (1954)  Tetapi atas janji seperkara ini sahaja mereka itu mau menurut kehendak kita dan duduk dengan kita akan menjadi sebangsa jua, yaitu jikalau segala orang laki-laki di antara kita dikhatankan, seperti mereka itupun berkhatan adanya.
MILT (2008) Hanya dengan cara inilah orang-orang itu akan sepakat untuk tinggal bersama kita, untuk menjadi satu bangsa, yaitu setiap laki-laki yang ada di antara kitadisunatkan, sebagaimana mereka telah disunat.
KSI (2000)  Akan tetapi, hanya dengan syarat ini mereka setuju untuk tinggal bersama kita sehingga kita menjadi satu bangsa, yaitu jika semua laki-laki di antara kita dikhitan, seperti mereka pun berkhitan.
FAYH (1989)  Tetapi mereka mau tinggal di sini hanya dengan satu syarat saja, yaitu jika setiap laki-laki di antara kita disunat sama seperti mereka.
ENDE (1969)  Tetapi orang-orang itu setudju tinggal beserta dengan kita dan merupakan satu bangsa hanja dengan sjarat ini: Tiap-tiap pria diantara kita mesti disunat, seperti merekapun disunat.
Shellabear Draft(1912) Tetapi dengan demikian ini saja orang-orang itu mau memperkenankan kita dan duduk dengan kita akan menjadi sebangsa yaitu jikalau segala orang laki-laki di antara kita disunatkan seperti ia pun bersunat adanya.

5. Yosua 5: 3

BIS (1985) Maka Yosua melaksanakan perintah TUHAN, dan menyunat orang-orang Israel di tempat yang dinamakan Bukit Penyunatan.
TL (1954)  Maka diperbuatlah oleh Yusak akan dirinya beberapa pisau dari pada batu, lalu dikhatankannyalah segala bani Israel di atas bukit kulup.
MILT (2008) Lalu Yosua membuat baginya pisau-pisau dari batu api, dan menyunat bani Israel pada ujung kulupnya.
KSI (2000)  Maka Yusak membuat beberapa pisau dari batu, lalu dikhitannya bani Israil di Bukit Kulit Khatan.
FAYH (1989)  (5-2)
ENDE (1969)  Maka Josjua’ membuat pisau2 dari kerikil dan menjunatkan bani Israil di Bukit Kulup.
Shellabear Draft(1912)  Maka oleh Yosua diperbuatkannya bagi dirinya beberapa pisau dari pada batu disunatkannya segala bani Israel di bukit Kulup.
Perintah Allah kepada Nabi dan muslimin sebagai berikut:
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. {An-Nahl (16): 123}
قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”. {Al-An’am (6): 161} 
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. {Al-Hajj (22): 78}
Allah mengabarkan perihal orang yang akan meninggalkan milah ibrahim, sebagai berikut:
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”. {Al-Baqarah (2): 135}
Milah Ibrahim yang ditinggalkan, sebagai berikut:
6. 1Kor 7:18
BIS (1985) Umpamanya, kalau seseorang sudah disunat pada waktu ia menerima panggilan Allah, maka janganlah orang itu berusaha menghapuskan tanda-tanda sunat itu. Begitu juga kalau seseorang belum disunat pada waktu ia menerima panggilan Allah, janganlah orang itu minta disunat.
TL (1954)  Jikalau seorang dipanggil sedang sudah tersunat, janganlah ia meniadakan sunatnya. Dan jikalau seorang dipanggil sedang belum bersunat, janganlah ia disunatkan.
MILT (2008) Adakah seseorang yang terpanggil setelah bersunat? Janganlah dia menjadi yang tidak bersunat! Adakah seseorang yang terpanggil dalam yang bukan sunat? Janganlah dia disunat!
WBTC Draft (2006)  Jika seorang telah disunat pada waktu ia dipanggil, ia tidak perlu mengubah sunatnya. Jika seorang dipanggil pada waktu ia belum disunat, ia tidak perlu disunat.
KSI (2000)  Maksudnya, apabila seseorang telah dikhitan pada waktu ia dipanggil, maka janganlah ia menghilangkan tanda-tanda khitanannya. Demikian pula dengan seseorang yang tidak berkhitan pada waktu ia dipanggil, janganlah ia dikhitan.
FAYH (1989)  Misalnya, seseorang yang sudah dikhitan dalam upacara Yahudi sebelum ia menjadi orang Kristen, tidak usah merisaukan hal itu. Dan kalau ia belum dikhitan, tidak usah ia dikhitan.
ENDE (1969)  Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, djanganlah ia meniadakan tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tak bersunat djangan ia mau disunat.
Shellabear Draft(1912)  Adapun pada masa seseorang dipanggil itu jika memang bersunat, maka janganklah ia menghilangkan sunatnya. Dan seseorang yang dipanggil memang tiada bersunat janganlah ia disunatkan.
Melayu BABA (1913) Ada-kah orang yang sudah di-panggil waktu dia bersunat? jangan-lah dia hilangkan sunat-nya. Ada-kah orang yang sudah di-panggil dalam hal t’ada bersunat? jangan-lah dia di-sunatkan.
Klinkert 1879 (1879) Adakah barang-sa’orang dipanggil soedah ija bersoenat, djanganlah ija meniadakan soenatnja. Adakah barang sa’orang dipanggil tatkala lagi ija tidak bersoenat, djanganlah ija disoenatkan.
Klinkert 1863 (1863) Kaloe barang sa-orang dipilih soedah dia bersoenat, maka djangan dia mendjadi koeloep; kaloe barang sa-orang dipilih tatkala dia masih koeloep, maka djangan dia disoenatken.
Leydekker Draft(1733)  DJikalaw barang sa`awrang sudah terdoxa sedang ‘ija terchatan, djanganlah ‘ija meng`enakan kulop. DJikalaw barang sa`awrang sudah terdoxa sedang ‘ija berkulop, djanganlah ‘ija dechatankan.
7. Gal 6:15
BIS (1985)  Disunat atau tidak disunat, itu tidak penting. Yang penting ialah menjadi manusia baru.
TL (1954)  Karena baik hal sunat baik hal tiada bersunat itu tiada berfaedah, melainkan hanya suatu kejadian yang baharu.
MILT (2008) Sebab di dalam Kristus YESUS, baik bersunat maupun tidak bersunat, tidak berpengaruh apa-apa, kecuali sebagai ciptaan yang baru.
WBTC Draft (2006) Bukanlah hal yang penting jika seseorang disunat atau tidak. Hal yang penting adalah menjadi manusia baru.
KSI (2000) Karena baik berkhitan maupun tidak berkhitan bukanlah hal yang penting. Menjadi ciptaan baru, itulah yang penting.
FAYH (1989)  Sekarang tidak menjadi soal apakah kita berkhitan atau tidak, yang penting hanyalah apakah kita betul-betul telah diubah menjadi manusia baru.
ENDE (1969)  Sebab bersunat atau tak bersunat tak ada nilainja sedikitpun, melainkan hanja tjiptaan baru.
Shellabear Draft(1912)  Karena baik sunat baik hal tidak bersunat itu satu pun tidak, melainkan suatu kejadian yang baru juga.
Melayu BABA (1913) Kerna sunat t’ada apa-apa, dan hal ta’sunat pun t’ada apa-apa, ttapi satu kjadian yang bharu itu-lah.
Klinkert 1879 (1879) Karena dalam Isa Almasih baik bersoenat, baik tidak bersoenat, satoepon tidak adanja, melainkan satoe kadjadian beharoe itoelah.
Klinkert 1863 (1863) {Gal 5:6Mat 12:50Yoh 15:142Ko 5:16Kol 3:11} Karna dalem Kristoes Jesoes trada bergoena satoe apa, baik bersoenat atawa tidak bersoenat, melainken satoe kadjadian jang baroe.
Leydekker Draft(1733) Karana dalam ‘agama ‘Elmesehh Xisaj tijada chitanet berkhowat ‘apa 2, dan tijada kulop, hanja kadjadi`an baharu djuga.
8. 1Kor 7:19
BIS (1985)  Sebab mengikuti peraturan sunat atau tidak mengikutinya, kedua-duanya sama-sama tidak berarti apa-apa. Yang penting ialah menuruti perintah-perintah Allah.
TL (1954) Maka sunat itu suatu pun tiada apa-apa, dan hal yang tiada bersunat itu suatu pun tiada apa-apa; melainkan menjunjung hukum Allah.
MILT (2008) Sunat bukanlah apa-apa, yang bukan sunat pun bukanlah apa-apa, selain pemeliharaan perintah-perintah Allah .
WBTC Draft (2006)  Bersunat atau tidak disunat, itu tidak penting. Yang penting adalah mematuhi perintah-perintah Allah.
KSI (2000)  Karena baik berkhitan maupun tidak berkhitan sama-sama tidak penting, tetapi yang terpenting ialah menaati perintah-perintah Allah.
FAYH (1989) Sebab sama sekali tidak menjadi soal apakah orang Kristen dikhitan atau tidak. Yang penting ialah apakah ia menyenangkan Allah dan menaati hukum-hukum-Nya atau tidak.
ENDE (1969)  Sebab bersunat atau tak bersunat tak ada pentingnja, tetapi jang penting ialah ketaatan kepada perintah-perintah Allah.
Shellabear Draft(1912) Maka sunat itu satupun tiada dan hal yang tiada bersunat itu satupun tiada: melainkan memeliharakan hukum Allah.
Melayu BABA (1913) Sunat itu sat pun t’ada, dan hal ta’bersunat pun satu pun t’ada; chuma pliharakan hukum Allah saja.
Klinkert 1879 (1879) Adapon soenat itoe soeatoepon tidak adanja, dan tidak bersoenat djoega soeatoepon tidak adanja, melainkan menoeroet hoekoem Allah itoelah.
Klinkert 1863 (1863) Maka itoe soenat tiada satoe apa, dan itoe koeloep tiada satoe apa, melainken menoeroet parentah Allah itoelah.
Leydekker Draft(1733)  CHitanet bukan ‘ada barang peng`apanja, dan kulop bukan ‘ada barang peng`apanja, tetapi hhifatl segala faridlat ‘Allah djuga.
9. Kolose 2:11
BIS (1985)  Karena bersatu dengan Kristus, kalian sudah disunat, bukan dengan sunat yang dibuat oleh manusia, melainkan dengan sunat yang dibuat oleh Kristus, yang membebaskan kalian dari kuasa tabiat yang berdosa.
TL (1954) Di dalam Dia juga kamu disunatkan dengan suatu sunat, yang bukannya dengan tangan di dalam hal menanggalkan tubuh yang berdosa ini, yaitu dengan sunatKristus itu.
MILT (2008) Di dalam Dia, kamu telah disunat dengan sunat yang tidak dilakukan oleh tangan, tetapi dengan penanggalan tubuh dosa secara lahiriah oleh sunat Kristus,
WBTC Draft (2006)  Di dalam Dia kamu telah menerima sunat yang berbeda. Sunat itu tidak dilakukan dengan tangan manusia. Maksudku, kamu sudah dibebaskan dari kuasa dirimu yang berdosa itu. Itulah jenis sunat yang dilakukan-Nya.
KSI (2000)  Di dalam Dia kamu sudah dikhitan, bukan dengan khitan yang dilakukan oleh manusia, melainkan dengan khitan yang dilakukan oleh Al Masih, yaitu dengan menanggalkan tabiat manusia yang berdosa dari dirimu.
FAYH (1989)  Ketika Saudara datang kepada Kristus, Ia membebaskan Saudara dari keinginan-keinginan jahat, bukan oleh khitan badani, melainkan oleh khitan rohani, yaitu baptisan jiwa.
ENDE (1969)  Didalam Dia pula kamu telah disunat dengan suatu sunatan jang tidak diadakan dengan tangan, melainkan berwudjud penanggalan seluruh tubuh kedagingan, jaitu dengan sunatan Kristus.
Shellabear Draft(1912)  maka dalamnya itu kamu sudah menerima sunat, yaitu sunat yang bukannya perbuatan tangan orang, dalam hal kamu menanggalkankan tubuh yang dari pada tabiat dunia dalam sunat al-Maseh itu;
Melayu BABA (1913) dan dalam-nya juga kamu sudah di-sunatkan dngan sunat yang bukan perbuatan tangan orang, dalam hal kamu sudah tanggalkan badan yang deri-pada tabi’at dunia, dalam Almaseh punya sunat;
Klinkert 1879 (1879) Maka dalam Dia djoega kamoe disoenatkan dengan soenat jang boekan diboewat dengan tangan, melainkan dengan menanggalkan toeboeh daging jang berdosa, olih soenat Almasih.
Klinkert 1863 (1863) {Ula 10:16Yer 4:4Rom 2:29Fil 3:3} Maka dalem Dia djoega kamoe soedah disoenatken dengan soenat jang tidak diboewat dengan tangan, melainken dengan memboewang badan jang berhawa-napsoe, olih soenat Kristoes.
Leydekker Draft(1733)  Didalam sijapa lagi kamu sudah dechatankan dengan chitanet jang tijada delakukan dengan tangan 2, ‘awleh penanggalan tuboh dawsa 2 daging, dengan chitanet ‘Elmesehh:
10. Roma 2: 28
BIS (1985)  Karena orang Yahudi yang sejati bukanlah orang yang hanya namanya saja orang Yahudi; dan orang yang sungguh-sungguh disunat bukanlah orang yang disunatsecara lahir saja.
TL (1954)  Karena yang sebenar Yahudi itu, bukannya Yahudi pada lahir sahaja, dan yang sebenar sunat itu bukannya sunat yang lahir pada tubuhnya sahaja;
MILT (2008) Sebab, seorang Yahudi bukanlah ada pada apa yang kelihatan, begitu pula sunat bukanlah ada pada apa yang kelihatan secara daging.
WBTC Draft (2006)  Orang Yahudi yang sebenarnya bukanlah hanya sebab dia Yahudi secara lahiriah. Sunat yang sesungguhnya bukan hanya di bagian luar tubuh.
KSI (2000) Karena yang disebut bani Israil sejati bukan saja yang tampak secara lahiriahnya, dan yang disebut khitan sejati bukan saja yang tampak dari luar secara lahiriahnya.
FAYH (1989) Saudara disebut Yahudi bukan karena keturunan atau karena upacara khitan.
ENDE (1969)  Sebab Jahudi sedjati bukannja dia jang pada lahirnja bersifat Jahudi, dan bukan sunat pada daging itulah sunat jang sedjati.
Shellabear Draft(1912)  Karena bukannya yang pada lahirnya itulah orang Yahudi, dan bukannya yang pada lahir ditubuh orang itulah sunat;
Melayu BABA (1913) Kerna dia yang jadi orang Yahudi di luar saja, bukan-nya dia Yahudi btul; dan sunat yang di luar dalam badan saja, itu bukan sunat btul;
Klinkert 1879 (1879) Karena boekan orang itoelah orang Jehoedi, jang pada lahirnja sadja, dan boekan itoelah soenat, jang lahir pada daging.
Klinkert 1863 (1863) {Rom 9:7Yoh 8:39} Karna itoe orang boekan orang Jahoedi, jang pada lahir sadja, dan boekan itoe soenat jang lahir pada daging itoe;
Leydekker Draft(1733)  Karana ‘ija bukan ‘ada sa`awrang Jehudij, jang pada tlahirnja: dan ‘itulah bukan chitanet, jang pada tlahirnja ‘ada dalam daging:
11. Roma 2: 25
BIS (1985) Kalau Saudara taat kepada hukum agama Yahudi, maka sunat Saudara ada gunanya juga. Tetapi kalau Saudara tidak bisa mematuhi hal-hal yang diperintahkan dalam hukum itu, maka sunat Saudara tidak berlaku sama sekali.
TL (1954)  Adapun sunat itu sebenarnya berfaedah juga, jikalau engkau mengikut hukum Taurat itu; tetapi jikalau engkau menjadi pelanggar hukum Taurat, maka sunatmuitu pun menjadi batal.
MILT (2008) Sebab sunat memang bermanfaat, manakala kamu melakukan torat; tetapi jika kamu menjadi pelanggar torat, sunatmu telah menjadi yang bukan sunat.
WBTC Draft (2006)  Jika engkau mematuhi hukum Taurat, sunatmu ada gunanya. Jika engkau melanggar hukum Taurat, hal itu sama seperti engkau tidak pernah disunat.
KSI (2000)  Khitan memang berfaedah jika engkau menaati hukum Taurat. Tetapi jika engkau melanggarnya, maka keadaanmu yang berkhitan itu dianggap sama dengan tidak berkhitan.
FAYH (1989)  Menjadi orang Yahudi barulah berarti jika Saudara menaati hukum-hukum Allah, tetapi jika tidak, maka Saudara tidak lebih baik daripada orang kafir.
ENDE (1969)  Bersunat tentu ada manfaatnja, kalau engkau memenuhi sjarat-sjarat hukum, tetapi kalau engkau mendjadi pelanggar hukum, maka bersunat bagimu sama sadja dengan takbersunat.
Shellabear Draft(1912)  Adapun sunat itu berfaedah juga, jikalau engkau melakukan hukum taurit: tetapi jikalau engkau melanggar hukum taurit itu, maka sunatmu itu pun sudah menjadi seolah-olah tiada bersunat.
Melayu BABA (1913) Sunat itu ada juga untong-nya jikalau angkau turut hukum-taurit: ttapi jikalau angkau mlanggar hukum-taurit, angkau punya sunat sudah jadi ta’sunat.
Klinkert 1879 (1879) Karena sasoenggoehnja soenat itoe adalah goenanja, kalau engkau menoeroet torat, tetapi kalau engkau melangkahkan torat, soenatmoe itoepon mendjadi saperti tiada soenat adanja.
Klinkert 1863 (1863) Karna sasoenggoehnja soenat itoe bergoena, kaloe angkau menoeroet toret; tetapi kaloe angkau melanggar sama toret, lantas soenatmoe djadi saperti tiadabersoenat.
Leydekker Draft(1733)  Karana songgohpawn chitanet ‘itu memberij menfaxat, djikalaw ‘angkaw melakukan sjarixet Tawrat: tetapi djikalaw ‘angkaw ‘ada sa`awrang pelangkah sjarixet Tawrat, maka chitanetmu sudah djadi kulop.
12. Yohanes 7: 22
BIS (1985)  Musa memberi kalian peraturan untuk bersunat–walaupun sunat itu sebenarnya tidak berasal dari Musa, tetapi dari bapak-bapak leluhur sebelum Musa. Karena itu, pada hari Sabat pun kalian mau menyunat orang.
TL (1954)  Maka Musa sudah memberi kamu hukum bersunat itu (bukan asalnya itu daripada Musa, melainkan daripada nenek moyangmu); maka kamu menyunatkan orang pada hari Sabbat.
MILT (2008) Sebab itu Musa telah memberikan sunat kepadamu –bukan berarti itu dari Musa, melainkan dari para leluhur– dan pada hari Sabat kamu menyunat orang.
WBTC Draft (2006)  Tetapi kamu mematuhi hukum Taurat yang diberikan Musa tentang sunat dan kadang-kadang kamu melakukannya pada hari Sabat. Sebenarnya sunat itu tidak berasal dari Musa, melainkan dari nenek moyang kita.
KSI (2000) Nabi Musa memberikan kepadamu peraturan tentang khitan (peraturan itu bukan dari Nabi Musa asalnya, melainkan dari para leluhur), dan kamu mengkhitan orang pada hari Sabat.
FAYH (1989)  (7-21)
ENDE (1969)  Moses telah memberikan kamu hukum sunat. Walaupun bukan berasal dari Moses, melainkan dari nenek mojang, dan pada Sabatpun kamu menjunatkan orang.
Shellabear Draft(1912)  Maka inilah sebabnya Musa memberi hukum sunat kepadamu (bukan sebab dari pada Musa datangnya, melainkan dari pada nenek moyang); maka kamumenyunatkan orang pada hari perhentian.
Melayu BABA (1913) Ini sbab-lah Musa sudah kasi hukum-sunat sana kana (bukan-nya ini deri-pada Musa, ttapi deri-pada nenek-moyang); dan tempo hari-perhentian pun kamusunatkan orang.
Klinkert 1879 (1879) Bahwa diberikan Moesa hoekoem soenat kapadamoe (maka asalnja boekan dari Moesa, melainkan dari nenek-mojang), maka kamoe menjoenatkan orang pada hari sabat djoega.
Klinkert 1863 (1863) Nabi Moesa soedah kasih itoe {Ima 12:3} soenat sama kamoe; (sabetoelnja itoe boekan dari Moesa, melainken dari {Kej 17:10} nenek-mojang) maka kamoe soenatken orang pada hari sabat.
Leydekker Draft(1733)  Sebab ‘itu Musaj sudah memberij pada kamu chitanet, (bukan bahuwa mulanja ‘ada deri pada Musaj, tetapi deri pada nejnekh mawjang,) maka pada sabtu kamu chatankan sa`awrang manusija.
13. Roma 3: 1
BIS (1985)  Kalau begitu, apakah untungnya menjadi orang Yahudi? Dan apakah faedahnya menuruti peraturan sunat?
TL (1954)  Jikalau demikian, apakah kelebihan orang Yahudi? Atau apakah faedahnya sunat itu?
MILT (2008) Lalu, apakah keunggulan seorang Yahudi itu? Atau apakah manfaat sunat?
WBTC Draft (2006)  Jadi, apakah orang Yahudi mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki orang lain? Apakah ada sesuatu hal yang istimewa dengan sunat?
KSI (2000)  Jika begitu, apakah kelebihan bani Israil? Atau apakah faedahnya khitan itu?
FAYH (1989)  LALU apakah untungnya menjadi orang Yahudi? Apakah ia diistimewakan oleh Allah? Apakah upacara khitan bangsa Yahudi itu ada gunanya?
ENDE (1969)  Kalau demikian, manakah lagi kelebihan orang Jahudi, dan apakah gunanja bersunat itu?
Shellabear Draft(1912)  Maka jikalau begitu, apakah faedah orang Yahudi? atau apakah gunanya bersunat itu?
Melayu BABA (1913) Jikalau bgitu, apa-kah orang Yahudi punya klbehan? atau apa-kah sunat punya untong?
Klinkert 1879 (1879) DJIKALAU demikian apa garangan kalebihan orang Jehoedi? ataw apakah goenanja soenat itoe?
Klinkert 1863 (1863) Maka kaloe bagitoe apatah kalebihannja orang Jahoedi? atawa apatah goenanja itoe soenat?
Leydekker Draft(1733)  ‘Apatah kalakh kalebehan sa`awrang Jehudij? ‘ataw ‘apatah menfaxat chitanet?
14. Galatia 6: 13
BIS (1985)  Orang-orang yang mengikuti peraturan sunat pun tidak menjalankan hukum agama. Tetapi mereka mau kalian disunat, supaya mereka dapat membanggakan bahwa kalian mentaati peraturan itu.
TL (1954)  Karena mereka itu sendiri yang bersunat pun tiada memegang syariat Taurat, melainkan kehendak mereka itu kamu bersunat, supaya mereka itu boleh bermegah-megah di dalam hal dirimu.
MILT (2008) Sebab yang disunat, mereka sendiri bahkan tidak memelihara torat, sebaliknya mereka menginginkan kamu disunat supaya mereka dapat bermegah di dalam dagingmu.
WBTC Draft (2006)  Mereka disunat, tetapi mereka sendiri tidak taat pada hukum Taurat. Mereka mau supaya kamu disunat, lalu mereka dapat bangga, sebab mereka dapat memaksamu melakukan itu.
KSI (2000)  karena mereka yang berkhitan itu pun tidak berpegang pada hukum Taurat. Mereka menghendaki kamu dikhitan supaya mereka dapat bermegah atas keadaan lahiriahmu.
FAYH (1989)  Lagipula, pengajar-pengajar yang mengkhitankan dirinya itu, tidak menaati hukum-hukum Yahudi yang lain; tetapi mereka menghendaki Saudara dikhitan supaya mereka dapat menyombongkan diri dengan berkata bahwa Saudara adalah murid mereka.
ENDE (1969)  Sebab orang-orang jang bersunat itu sendiri tidak taat kepada hukum mereka. Mereka hanja mau kamu bersunat, supaja mereka dapat berbangga atas dagingmu.
Shellabear Draft(1912) Karena orang yang menerima sunat itu pun tidak memegang hukum Tauret, melainkan dikehendakinya kamu ini disunatkan supaya ia memegahkan dirinya dari hal badan kamu.
Melayu BABA (1913) Kerna orang yang trima sunat pun t’ada juga pliharakan hukum-taurit; ttapi dia-orang mau kamu ini trima sunat, spaya dia-orang boleh mgahkan diri dalam hal kamu punya badan.
Klinkert 1879 (1879) Karena mareka-itoe sendiri jang bersoenat pon tidak menoeroet torat, melainkan dikahendakinja kamoe bersoenat, soepaja dapat mareka-itoe bermegah-megah akan dagingmoe.
Klinkert 1863 (1863) Karna dia-orang sendiri jang bersoenat tiada memeliharaken hoekoem toret; tetapi dia-orang maoe kamoe bersoenat, sopaja dia-orang bolih membesarken dirinja dari sebab soenatmoe itoe.
Leydekker Draft(1733)  Karana lagi segala ‘awrang jang dechatankan, marika ‘itu sendirij tijada memaliharakan sjarixet Tawrat: tetapi marika ‘itu hendakh kamu dechatankan, sopaja ‘ija menggah pada hhal daging kamu sendirij.
Allah memerintahkan kepada nabi dan muslimin didalam Alquran untuk menyelamatkan milah Ibrahim dan mengikutinya:
قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. {Aali-Imran (3): 95}
وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. {Al-Baqarah (2): 130}
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَن نُّشْرِكَ بِاللَّهِ مِن شَيْءٍ ذَٰلِكَ مِن فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya). {Yusuf (12): 38}
شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ
Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). {Asy-Syuraa (42): 13} 
  1. I just want to mention I am just new to blogging and site-building and honestly loved this web site. Almost certainly I’m planning to bookmark your blog post . You really come with wonderful posts. Appreciate it for sharing your website.

  2. I have never been so eager to read, if not for your blog I would still end up as a couch potato

  3. You do lacking in self confidence in your posts, next time have faith in what you put in your blog

  4. I will have to congratulate you for making me realize that I still haven’t lost the important ones, nice post anyway

  5. Something pushed me to read your posts, and I was right, this is an intricate posts

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: