SAATNYA MENGUNGKAP!!!

Mengapa Daging Babi diharamkan?

In Pertanyaan on Mei 20, 2012 at 13:09

Ketika seorang rahib/ pendeta bertanya:

“Mengapa umat islam mengharamkan babi? tolong jelaskan dengan dalil akal?”

Allah berkata didalam kitab-Nya, untuk kami katakan kepada yang bertanya:

قُل لَّا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babikarena sesungguhnya semua itu kotor — atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” {Al-An’am (6): 145}

نَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {Albaqarah (2): 173}; {An-Nahl (16):115}

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {Al-Maidah (5): 3}

Didalam bible dikatakan:

Imamat 11:7

TB (1974) Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
BIS (1985)  Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak.
MILT (2008) Demikian juga babi, sebab walau ia berkuku belah, bahkan kukunya membentuk celah, tetapi hewan itu tidak memamah biak, itu najis bagimu.
KSI (2000)  babi, hewan yang berkuku belah (kukunya terpisah sama sekali) namun tak memamah biak, itu pun haram bagimu.
FAYH (1989)  (11-4)
ENDE (1969)  babi hutan, sebab ia betul berkuku dua dan kukunja bersela tapi tidak memamah biak; nadjislah itu bagimu.
Shellabear Draft(1912) dan babi karena sungguhpun berbelah kukunya yaitu berbagi dua tetapi tiada ia memamah biak maka haramlah ia kepadamu.

Ulangan 14:8

TB (1974) Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
BIS (1985)  Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan, bangkainya tak boleh disentuh.
MILT (2008) Juga babi, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak, itu najis bagimu. Daging hewan-hewan itu, janganlah kamu makan dan janganlah kamu menyentuh bangkainya.
KSI (2000)
 
Demikian pula babi, karena hewan ini memang berkuku belah tetapi tidak memamah biak. Jadi, hewan itu haram bagimu. Jangan kamu makan daging hewan-hewan itu, dan jangan kamu sentuh bangkainya.
FAYH (1989)  Babi tidak boleh kamu makan karena, walaupun berkuku belah, binatang itu tidak memamah biak. Bahkan bangkai binatang-binatang semacam itu tidak boleh kamu sentuh.
ENDE (1969)  Begitu pula babi, meskipun kukunja terbelah adanja, tetapi tidak memamah-biak; maka haramlah itu bagimu. Daging hewan-hewan itu djangan kamu makan dan bangkainja djangan kamu sentuh.
Shellabear Draft(1912) dan babi karena sungguhpun berbelah kukunya tetapi tiada ia memamah biak maka najislah ia kepadamu janganlah kamu makan dari pada dagingnya dann bangkainya janganlah kamu menyentuh.

Yesaya 65:4

TB (1974)  yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka;
BIS (1985) Waktu malam mereka pergi ke gua-gua dan kuburan untuk minta nasihat arwah-arwah. Mereka makan daging babi dan minum kuah daging yang haram.
MILT (2008) yang tinggal di antara kuburan-kuburan dan bermalam di tugu-tugu peringatan, yang makan daging babi, dan kuah kenajisan ada dalam kuali mereka;
KSI (2000) Mereka duduk di pekuburan dan bermalam di tempat-tempat tertutup. Mereka makan daging babi, dan kuah daging haram ada dalam periuk mereka.
FAYH (1989)  Mereka duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di gua-gua (untuk menyembah roh-roh jahat). Mereka makan daging babi dan makanan-makanan lain yang najis.
ENDE (1969) jang duduk di-kubur2 dan bermalam di-persembunjian2; jang makan daging babi, dan kaldu daging kurban jang nadjis ada dalam bedjana2nja;
Shellabear Draft(1912)  Yang duduk di antara segala kubur serta menumpang dalam tempat sulit dan yang memakan daging babi dan lauk dari pada daging yang haram ada di dalam belanganya
  1. You should have summarized this, I mean its too long, and sometimes people are just too lazy to read

  2. How did you posted something like this? I didn’t know that you have a talent of a writer, you are just hiding in your own shell up to this time

  3. I manage my stress by just reading your posts

Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: